Di konser, pensi, atau showcase, hampir semua penonton memegang HP. Mereka motret panggung, teman satu geng, sampai lautan cahaya di sekelilingnya. Masalahnya, foto-foto itu berakhir di Story masing-masing dan hilang dalam 24 jam. Panitia sendiri biasanya cuma punya foto dari tim dokumentasi yang berdiri di depan panggung.

Misi foto mengubah penonton jadi bagian dari tim dokumentasi. Mereka tetap motret dari HP sendiri, tapi semua fotonya masuk ke satu galeri. Di artikel ini ada 20 ide misi yang bisa kamu pakai, plus cara menjalankannya di Sua Momen.

Kenapa Misi Foto Cocok Buat Konser dan Pensi

  • Ada sudut pandang penonton. Tim dokumentasi fokus ke panggung. Penonton menangkap hal yang nggak kelihatan dari depan, misalnya suasana barisan belakang, antrean masuk, dan reaksi teman di sebelahnya.
  • Satu galeri buat panitia. Foto dari ratusan penonton bisa jadi bahan publikasi acara berikutnya, laporan ke sponsor, atau arsip organisasi.
  • Penonton tetap menikmati acara. Di Sua Momen nggak ada preview. Begitu dijepret, foto langsung tersimpan, jadi penonton bisa kembali nonton tanpa sibuk mengecek hasil.

4 Misi Bawaan Paket Konser & Showcase

Empat misi ini sudah ada di paket misi Konser & Showcase. Begitu paketnya dipilih, misinya langsung tampil bergantian di layar kamera penonton.

  1. Foto momen paling ramai malam ini. Biasanya pas lagu paling ditunggu dimainkan.
  2. Foto ekspresi paling heboh malam ini. Bisa ekspresi teman, bisa juga orang di sebelah.
  3. Selfie bareng orang di sebelahmu. Cara gampang bikin penonton yang tadinya asing jadi kenalan.
  4. Foto detail panggung atau setup favoritmu. Lampu, instrumen, dekorasi, apa pun yang menurutmu paling keren.

16 Ide Misi Tambahan yang Bisa Kamu Tulis Sendiri

Selain misi bawaan, panitia bisa menambahkan misi sendiri dari halaman acara di dashboard, sampai 15 misi per acara. Pilih yang paling cocok dengan acaramu.

Sebelum Acara Mulai

  1. Foto antrean masuk dari posisimu.
  2. Foto gelang atau tiket masukmu.
  3. Foto merchandise pertama yang kamu beli malam ini.
  4. Foto geng nontonmu sebelum lampu dimatikan.

Saat Penampilan

  1. Foto lautan cahaya di sekitar penonton.
  2. Foto tangan-tangan di udara pas lagu favoritmu.
  3. Foto penampil favoritmu dari tempatmu berdiri.
  4. Foto ekspresi temanmu pas lagu favoritnya dimainkan.
  5. Foto visual atau layar panggung paling keren.

Di Sela Penampilan

  1. Foto booth atau jajanan favoritmu malam ini.
  2. Foto orang yang pakai kaos band yang sama denganmu.
  3. Foto panitia atau kru yang lagi kerja keras.
  4. Foto tulisan tangan: lagu yang paling kamu tunggu malam ini.

Penutup

  1. Foto panggung setelah lagu terakhir.
  2. Foto penonton dari barisan paling belakang.
  3. Foto sepatumu yang sudah kotor setelah jingkrak-jingkrak.

Tulis misinya singkat, cukup satu kalimat. Di tengah suara musik dan lampu yang berkedip, misi yang panjang biasanya dilewati.

Cara Menjalankannya di Sua Momen

  1. Bikin acara di dashboard. Isi tanggal, jam mulai, dan jam selesai, lalu pilih paket misi Konser & Showcase.
  2. Pilih paket sesuai perkiraan penonton yang ikut. Kuota tamu dihitung dari penonton yang gabung lewat QR, bukan total penonton. Paket Klik untuk 30 orang, Roll untuk 150 orang, dan Arsip untuk 500 orang. Detailnya ada di halaman harga.
  3. Tambahkan misi sendiri dari daftar di atas, maksimal 15 misi.
  4. Cetak kartu QR dan pasang di tempat yang terang. Misalnya di pintu masuk, area merchandise, atau meja registrasi. Ada 14 gaya kartu yang bisa dipilih.
  5. Nyalakan layar kiosk di TV atau layar dekat area penonton. Layar ini menampilkan QR besar, jumlah momen yang sudah terkumpul secara langsung, dan misi yang bergantian.
  6. Kirim pengumuman ke penonton dari dashboard, misalnya "Misi spesial: foto pas lagu terakhir!". Pengumuman muncul di layar kamera semua penonton yang sudah gabung.

Penonton nggak perlu install aplikasi apa pun. Cukup scan QR, isi nama, lalu kamera langsung terbuka di browser HP. Penjelasan lengkapnya ada di artikel cara kerja Sua Momen di HP tamu.

Tips Buat Venue Konser yang Gelap dan Ramai

  1. Venue gelap. Ajak penonton motret saat lampu panggung menyala terang. Kalau hasil jepretan kemungkinan buram, kamera akan menyarankan jepret ulang, tanpa menampilkan fotonya.
  2. Sinyal penuh sesak. Ribuan HP di satu tempat bikin sinyal berat. Foto dicoba diunggah otomatis 3 kali, dan kalau tetap gagal, foto disimpan dulu di HP penonton lalu dikirim lagi begitu sinyal membaik. Baca juga tanda sinyal venue jelek dan cara menyiasatinya.
  3. Pilih tampilan kamera yang gelap. Ada tiga tampilan kamera, dan tampilan Modern yang gelap lebih nyaman dipakai di venue dengan lampu redup.
  4. Acara molor. Jam selesai bisa diperpanjang dari dashboard selama kamera masih aktif, jadi encore tetap terdokumentasi.
  5. Cek aturan dokumentasi. Sebagian penampil atau promotor punya aturan soal foto dan rekaman. Pastikan misi yang kamu tulis nggak bertentangan dengan aturan itu.

Setelah Acara Selesai

Begitu jam selesai lewat, link yang sama otomatis berubah jadi galeri. Panitia dan penonton bisa melihat semua foto dari sudut pandang yang berbeda-beda.

  • Panitia bisa mengunduh semua foto sekaligus dalam bentuk ZIP, untuk konten media sosial atau laporan ke sponsor.
  • Kolase dan kartu Story dibuat otomatis, siap diunggah ke akun acara.
  • Penonton bisa mengunduh strip foto ala photobooth dari jepretannya sendiri, dalam gaya 4 Cut atau Film, langsung dari HP yang dipakai motret.

Foto disimpan sesuai masa simpan paket, mulai 3 hari untuk paket Klik sampai 14 hari untuk paket Arsip. Tanggal hapusnya tampil di dashboard dan di galeri. Penjelasan lengkapnya ada di artikel berapa lama foto tamu disimpan.

Singkatnya

Penonton konser pasti motret. Tugas panitia tinggal memberi mereka alasan dan tempat buat mengumpulkan fotonya: beberapa misi singkat, satu kartu QR, dan satu galeri yang dibuka bareng setelah acara.

Mau coba dulu? Paket Coba gratis untuk 5 tamu, cukup buat uji alurnya bareng panitia sebelum hari H. Lihat semua paketnya di halaman harga.